Laman

Minggu, 13 Oktober 2013

Basket Putri HMTI UGM

       Prestasi terakhir kami medali perak Teknisiade 2013. Tapi jangan cuma lihat bagian akhirnya saja, lihat kami lebih dalam dari awal kami dikumpulkan. Sisa tim dari teknisiade 2012 (tahun lalu) hanya berjumlah 5 orang, 1 org maba 2013, dan bisa dibilang 4 orang pemain basket dadakan. Oiya, ditambah seorag coach dan seorang manajer yang super kece. Kami memang keren... hehehee *mikir darimana bagian kerennya?* Belum diceritain. heheee...
       Sepuluh orang dalam 1 tim + 2 org official baru terkumpul secara nama saja sekitar 3-2 minggu sebelum hari pertandingan. Latihan intensif yang dihadiri sebagian besar anggota tim baru benar2 trelaksana sekitar 1 minggu sebelum hari-H. Aku sudah nggak kebayang saat itu, bagaimana nanti kami aka berjalan sebagai satu tim, terutama kekhawatiranku pada para pemaindadaka yang bisa dibilang nggak punya pengalaman pertandingan basket sebelumnya (sama sepertiku setahun lalu, pemain dadakan yang bener2 baru mengenal pertandingan basket saat itu). Namun, rasa salut luar biasa untuk kalian, untuk usaha kalian menngerti permainan basket, usaha kalian belajar dasar2 gerakan di basket, usaha kalian untuk memahami strategi permaian yang ribet itu.. hehehee... Aku tahu susahnya di posisi kalian setahun lalu, dan aku sangat-sangat bangga dengan kalian.
       Acungan jempol lain untuk (bekas) pemain tahun lalu yang super kece, nggak nyesel aku ketemu kalian dan bareng kalian dari tahu lalu. Walaupun tahun lalu aku nggak sekeren manajer kita tahun ini yang super sabar, super perhatian, dan super kece lah pokoknya. Bangga banget sebenernya dengan kemajuan kita berlima dari tahun lalu. Luar biasa banget pokoknya bisa mengenal basket dan berkembang bareng kalian dari setahun lalu. Kalian luar biasa !!!! Oiya, buat supergirl kita di tim ini, jujur waktu ngeliat kamu nangis di akhir pertandingan itu, aku juga ngerasain sakitnya. Maaf ya kami belum bisa bener2 support kemampuan kamu yang super keren itu. Tapi, nggak cuma kemenangan kan yang berarti, usaha dan kerja keras tim kita juga udah sangat bikin aku bangga... :)
      Ucapan selamat datang juga buat keluarga baru teknik industri yang udah berani bergabung dengan tim ini dan bertanding bareng kita. Kamu keren banget!!! Tahun depan harus bisa ngajak angkatan 2013 yang lain buat ikutan main juga ya... Kamu masa depan tim basket putri HMTI UGM!!! *lebay banget dahh bahasanya*... hehehee
      Makasih banget juga buat official tim. Kamu menaje yang luar biasa, sigap dan perhatian banget sama kita...!!! Tanpa usaha kamu ngumpulin kita, nghubungin kita, ngurusin kita; nggak akan ada medali perakuntuk tahun ini. Aku pernah ada di posisimu tahun lalu dan aku tahu beratnya tugasmu. Aku bangga banget sama kamu yang udah bisa jadi manajer yang jauh lebih baik dari aku tahun lalu. Keren Banget!!!!
     Buat Coach tahun ini, terima kasih buat waktunya dan yang pasti kesabarannya ngelatih kita yang aturan basket aja masih bingung. Hehehehee... Coach yang satu ini tampilan cool lho, jarang ngomog, tapi kalo protes di lapangan langsung jadi menggebu-gebu gitu. Bener2 baru liat dia kayak gitu ya cuma waktu ngelatih kita aja, irit banget sih ngomongnya. Hehehee *peace coach ^_^v* Tapi, aku tahu kok seangatnya ngelatih kita, walopun nggak secerewet coach yang lain. makasih banget buat ketersediaannya berada diantara kami para pemain basket putri Teknik Industri tahun ini. Nggak kalah kece kok sama kita, coach... hehehee
      Setelah kekalahan kita di final perjalanan kita nggak aan sampai di sini aja kan... Aku yakin karena kalian adalah kumpulan orang-orang luar biasa yang pernah aku temui. Rasa kebersamaan dan semangat tanding luar biasa. Aku bakal selalu inget pertandingan kita lawan Teknik Geologi, disaat kita tertinggal cukup jauh tapi kita masih bisa balas kesalahan-kesalahan kita dan kita menang di pertandingan itu. Mental yang luar biasa tanggung. Begitu pula saat kita menerima kekalahan dari Teknik Kimia, "bukan kita yang bermain buruk, hanya saja mereka kebanyakan latihan dari porsi latihan kita yang cukup". Kata-kata coach yang luar biasa menutup perjuangan kita di Teknisiade 2013 di malam final itu. Kita sudah bermain luar biasa malam itu, usaha klian, kegigihan kalian, dan semangat kalian benar-benar akan menjadi penngalaman luar biasa yang tintanya pernah tergoreskan pada lembaran hidupku, Tim Basket Puti Teknik Industri UGM... Ciao!!!!

INDUSTRI...!!!! SATU...!!!!

nB: Makasih banget juga buat Panser Ireng (Official Supporter of Industrial Engineering UGM) yang selalu menyemangati kita di setiap pertandingan. Kalian super duper luar biasa !!!!!

Jumat, 11 Oktober 2013

Pemuja Rahasia _ Sheila on 7

         Kemaren gak sengaja denger (lagi) lagu sheila on 7 yang satu ini, Pemuja Rahasia. kangen rasanya dengerin lagu-lgu sheila lagi. Tapi, lagu yang satu ini punya lirik yang luar biasa bikin mikir... lho kok bikin mikir? iya lahh... sebelum aku bahas bagian yang bikin aku mikir, ini lirik yang aku dapat dari salah satu web kumpulan lagu... silahkan dibaca, boleh sambil nyanyi juga kok... hehehee

Kuawali hariku dengan mendoakanmuAgar kau s'lalu sehat dan bahagia disanaSebelum kau melupakanku lebih jauhSebelum kau meninggalkanku lebih jauh

Ku tak pernah berharap kau kan merindukanKeberadaanku yang menyedihkan iniKu hanya ingin bila kau melihatku kapanpunDimanapun hatimu kan berkata seperti ini
Pria inilah yang jatuh hati padamuPria inilah yang kan s'lalu memujamuAha, yeah, aha, yeahBegitu para rapper coba menghiburku
Akulah orang yang selalu menaruh bungaDan menuliskan cinta di atas meja kerjamuAkulah orang yang kan s'lalu mengawasimuMenikmati indahmu dari sisi gelapku
Dan biarkan aku jadi pemujamuJangan pernah hiraukan perasaan hatikuTenanglah, tenang pujaan hatiku sayangAku takkan sampai hati bila menyentuhmu
Mungkin kau takkan pernah tahuBetapa mudahnyaKau untuk di kagumiii... IMungkin kau takkan pernah sadarBetapa mudahnyaKau untuk di cintaiii... I
Akulah orang yang akan selalu memujamuAkulah orang yang akan selalu mengintaimuAkulah orang yang akan selalu memujamuAkulah orang yang akan selalu mengintaimu
Kembali ke: Reff
Karena hanya dengan perasaanRinduku yang dalam padamuKupertahankan hidupMaka hanya dengan jejak-jejak hatimuAda artiku telusuri hidup iniSelamanya hanya ku bisa memujamuSelamanya hanya ku bisa merindukanmuHuuu huuu huuu huuu huu
       Terus, bagian mana yang bikin kamu paling mikir? mungkin beda sama aku. Aku paling tertarik sama kalimat, "Aku takkan sampai hati bila menyentuhmu", yang sudah buat aku jadi sedikit tersadar. Apalagi kalau dikaitkan sama kejadian yang menimpa aku sendiri. Pertanyaan yang muncul pertama kali adalah, apa mungkin orang yang paling mengagumi keindahan kita adalah orang yang hanya berani memandang dari jauh itu??? Mencoba menjaga kita dengan caranya sendiri, bukan menyentuh kita dan menyakiti kita secara perlahan tanpa pernah kita sadari. Begitulah cara mereka menghargai keindahan kita sebagai yang dipuja. Kalau dalam Islam, dia menunggu saat kamu halal untuknya. Saaadaaappp...
       Lalu, apalagi yang jadi pikiran? Keseriusan, jawabku. Kalau nanti memang ada yang bermaksud SERIUS denganku, pasti mereka tidak hanya akan menemuiku tapi langsung dengan orang tuaku. Yeaahh.... galau Mode On nihhh.... Kalau dia memang benar-benar serius, dia pasti bakal rela meninggalkan yang lain dan hanya memandangku. Kalau memang dia benar-benar bermaksud serius, dia pasti akan mengatakannya dengan sungguh-sungguh... Bukan dengan cara ucapan memancing yang menggoda. Bukan juga dengan memanfaatkan posisinya yang sedang lemah untuk menarikku tetap ada di sampingnya.
      Beneran deh, dari lirik lagu ini aku jadi yakin 100% untuk serius ngelepasin dia... Block semua komunikasi dan mulai berjalan ringan meraih mimpi... Yeeaaahhh....
      Yakini aja satu hal dari lagu ini untuk bisa berjalan dengan lebih enteng, orang yang diciptakan untukmu sedang berdoa untuk keselamatanmu dari tempatnya berada. Dan yang sedikit narsis, kamu tidak pernah tahu seberapa mudahnya kamu untuk dikagumi.... Ahhahahaa... Narsis Mode On...
      Selamat jalani hari meraih mimpimu ya kawan !!!! Ciao...

Mimpi & Keinginan

Dunia ini hanya sementara kan?
Hanya tempat singgah sementara
Lalu, apakah jalan hidupmu ini sudah sesuai?
bagaimana dengan mimpi dan keinginanmu?
Sudahkah langkahmu mengarah ke sana?
Mungkin lebih mudah mengarahkan mimpi
namun, keinginanku masih tetap bimbang
Tak pernahkah sesuai dengan bakat yang ada?
Aku rasa aku hanya belum dapat menyatukannya
Perlukah aku berdiam diri memikirkannya?
Mungkin aku hanya perlu waktu sendiri
Biarkan aku termenung sendirian, berpikir
Mencari jawaban tentang jalan takdirku
Tanpa pendapat orang lain, hanya aku sendiri
Namun terkadang takdir punya caranya sendiri
Ia datang dan membuka jalan yang berbeda
Lalu, apakah aku harus menunggunya?
Kembali termenung dan berpikir
Dan sebuah pertanyaan kembali terulang
Bagaimana dengan mimpi dan keinginanku?

Senin, 07 Oktober 2013

Harga Diri Perempuan

Bukan hal aneh kalau perempuan itu lebih dijaga, mereka kan perhiasan dunia...
bukan hal yang buat kita merugi kok, sebagai perempuan, untuk menjaga harga diri...
mengerti setiap batasan diri untuk melangkah lebih jauh...
ada perkataan bahwa perempuan itu dinilai dari masa lalunya, cobalah jadikan ini sebuah patokan...
sebuah alasan kenapa kita, perempuan, harus tahu caranya menjaga harga diri...
andaikan kita mempunyai permata, tidak akan kita umbar di halaman rumah tanpa penjagaan...

Perempuan memang punya keterbatasan, tapi tidak berarti kita harus menyerah...
batas-batas perilaku memang harus tetap dijaga, mengerti kewajiban dan cara2 apa yg harus kita lakukan...
tapi kita juga punya hak yang sama dengan laki-laki, hanya saja dengan cara yang berbeda...
jadilah perempuan luar biasa pada kemampuanmu dan keterbatasanmu itu...
jadilah makhluk yang selalu dilindungi, tapi bukan makhluk yang lemah akibat perlindungan itu...
jadilah makhluk penyayang dengan perasaanmu yang kuat dan lembut...

Menjaga harga diri, hanya perlu mengetahui dan melakukan sadar diri...
sadar diri memang sulit, aku pun merasakan itu...
larangan-larangan yg ada bukan berarti membatasi kita sebagai perempuan untuk bertindak...
hanya saja itu sebagai bentuk kasih sayang dunia kepada kita, perempuan, sebagai permatanya...
kemarahan-kemarahan pada tindakan yang tidak tahu malu yang dilakukan seorang perempuan, hanya sedikit dari kasih sayang manusia padanya...
aturan-aturan agama tentang perempuan sebagai makhluk yg selalu ada dibawah tanggung jawab seorang laki-laki, hanyalah secuil rasa cinta Sang Pencipta untuk mereka...

Kalau dunia, sesama manusia, dan Sang Pencipta saja sudah sepeduli itu pada diri kita...
tidakkah kita berpikir kembali untuk menyayangi diri kita sendiri, wahai perempuan???
tidakkah berpikir seberapa besar usaha mereka melindungi harga diri kita sebagai perempuan???
ingatlah masa lalu memang takkan dapat diubah, tapi masih ada masa depan...
tinggalkan kesalahan-kesalahan masa lalu sebagai guru untuk meraih masa depan...
Kenali diri kita sebagai perempuan, sadar diri, dan melangkah untuk perbaikan diri dan perbaikan umat manusia...

*Semoga bisa jadi bahan instropeksi diri sendiri juga...

SIAPKAN DIRI JADI PEREMPUAN LUAR BIASA !!!!

Senin, 15 April 2013

CurCol: Sifat Diri


Saat kekesalan pada diri ini memuncak.
Saat mempertanyakan kenapa orang-orang bersikap seperti tidak mau tahu lagi tentangku.
Saat mempertanyakan kenapa aku bersikap seperti ini dan itu.
Satu kalimat tidak sengaja menyadarkanku.
Tuhan tidak akan memberikan sifat-sifat dirimu hanya untuk disia-siakan.
Semua yang Tuhan lakukan pasti ada maksud dan tujuannya.
Tapi apa itu? Aku belum tahu pasti.
Tapi jalannya untuk mendapatkan jawaban itu rasanya terlalu terjal untuk dilewati.
Menghabiskan semangat yang terpupuk sejak lama bersama tawa.
Risau untuk tahu jawabannya secepatnya.
Benar-benar tidak sabar, tapi juga tidak tahu harus melakukan apa.
Seharusnya aku nekat saja melabrak dan mempertanyakannya,
tapi yang aku lakukan hanya tertunduk lesu tak mengerti apa-apa.
Menyadari betapa bodohnya diriku yang harus terus bergantung pada orang lain.
Betapa bodohnya diriku yang membuat orang lain merasa terjatuh dan tak bersemangat.
Aku mohon, maafkanlah si bodoh yang tidak berperasaan ini.
Si bodoh yang sudah dengan sukses membuat dirinya dibenci banyak orang.

Kamis, 14 Maret 2013

Curcol : Kedewasaan



Menjadi dewasa itu proses dan akupun masih dalam proses itu. Aku masih sering kekanak-kanakan dengan sikap yang sebenarnya nggak perlu dilakuin di depan banyak orang. Tapi, itulah aku sekarang. Aku yang ceplas-ceplos, suka ketawa keras-keras, masih suka nelat sana-sini, panik dengan masalah kecil, dan pada akhirnya nangis sendirian untuk menghibur diri. Kemudian, aku berpikir, kapan aku menjadi dewasa???
Menjadi dewasa itu nggak cuma masalah sikap dan cara bicara aja. Tapi buat aku yang paling penting untuk menjadi dewasa adalah bagaimana cara kita berpikir, bagaimana cara pandang kita pada suatu permasalahan, bagaimana cara kita menyelesaikannya, dan pada akhirnya bagaimana kita harus mengimprove diri kita sendiri. Sulit dan butuh waktu panjang. Terlebih lagi kita harusnya mulai melihat segala masalah bukan lagi cuma dari sisi kesalahan yang dilakukan orang lain, tapi kesalahan macam apa yang sudah kita lakukan.
Jangan cuma nyalah-nyalahin orang lain, tapi juga berpikir apakah kita sudah melakukan sesuatu itu dengan cukup baik, apakah kita sudah memberikan cukup, atau apakah kita sudah memberikan yang lebih baik dari orang lain.
Kalau orang lain tidak beranggapan sama dengan kita, jangan cuma ngotot kalau orang lain yang salah dan diri kita selalu benar. Mau menang sendiri dan pada akhirnya bicara yang nggak penting dan nyakitin hati orang lain.
Dua hal di atas, aku sendiri masih sering melakukan. Diluar kontrolku, aku tahu masih banyak yang sakit hati dengan sikap-sikapku. But, I’m trying become better and better. Karena aku juga ngerasain gimana capek dan keselnya berurusan dengan orang yang cara berpikirnya masih kekanak-kanakan banget. Berasa ketemu diriku enam tahun lalu. Eh, malah ngomongin orang, tapi mungkin kalau nggak karena kasihan sama orang itu dan bingung harus ngapain lagi, aku nggak bakal nulis curcol ini.
Ayolah, kita bareng-bareng berusaha untuk bersikap dan berpikir lebih dewasa dan nggak childish lagi kayak gini. Tumbuh bersama-sama menjadi seseorang yang lebih kokoh dan tidak mudah tumbang hanya karena masalah kecil.

Curcol : Emosi dan Egoistik


Harusnya malam ini aku selesaiin laporan praktikum yang deadlinenya besok siang, tapi bukannya buka bahan-bahannya aku malah kepikiran buat nulis sesuatu. Entah ini hal besar yang terjadi dalam hidupku atau bukan, tapi yang pasti,  sekarang ini buatku adalah masa-masa sulit untuk dilewati. Mau nangis, rasanya kekanak-kanakan banget. Mau lari, nggak akan menyelesaikan masalah. Sedih itu pasti, down. Yang aku bisa lakuin ya cuma mencoba menjalani semuanya, walaupun sakitnya kayak apa juga. Tetap harus dilewati. Mungkin belum semua masalah terselesaikan dengan baik, tapi aku udah mulai bisa tersenyum dengan keadaan sekarang ini.
Bingung ya aku ngomongin apa sebenarnya??? Hehehee... Tapi aku rasa aku mulai dapet banyak pelajaran dari kejadian akhir-akhir ini. Pelajaran paling besar adalah bagaimana kita harus menghargai orang-orang disekitar kita. Mencoba menerima mereka apa adanya, mendengarkan mereka, mendampingi mereka, dan kemudian yang tanpa sadar kita dapatkan adalah menjadi seseorang yang lebih dewasa untuk bersikap.
Mungkin nggak banyak orang tahu, bagaimana aku sebenarnya. Temperament, walaupun aku rasa sekarang aku pun masih seperti itu, tapi dulu, sekitar 6-7 tahun lalu sangat-sangat parah. Aku pernah hampir memukul teman laki-lakiku di sekolah, kalau saja salah satu sahabatku yang mungil dan manis itu tidak berusaha memisahkan kami. Berteriak seperti orang gila saat itu, membanting tas yang aku bawa sampai beberapa barang yang ada didalamnya rusak. Rugi bagiku. Namun sekarang, aku mulai merasakan aku sedikit berubah. Sedikit??? Ya, aku masih sering marah-marah, berteriak-teriak dengan kata-kata umpatan yang harusnya tidak boleh disebutkan. Tapi bedanya tidak lagi aku lampiaskan langsung ke orangnya, ending-nya aku nangis sendiri untuk nahan emosiku. Kalau aku masih kayak dulu, nggak tau deh udah ada berapa banyak orang yang aku ajak berantem di sini. Hehehee...
Terus gimana aku mecahin masalahnya??? Jawaban ringannya adalah mencoba bicara dengan orang-orang terdekat, mencari cara terbaik untuk menyelesaikannya. Kalau aku marah atau nggak suka dengan orang lain, mungkin awalnya aku akan menghindar. Bukan berarti aku menghindar selamanya, tapi aku cuma takut emosiku bakal pecah dan omongan kasar yang nggak perlu disebut akhirnya keluar. Nyakitin hati orang, itu yang aku paling hindari saat ini. Mulutku terlalu ceplas-ceplos dan udah banyak korbannya. Aku akan coba berpikir, merenung sendiri, dan menenangkan emosiku. Kalau aku udah siap, aku juga bakal mulai ngomong sama orang itu. Atau kalau aku butuh bantuan orang lain untuk ngomong ke orang itu ya aku bakal minta ke orang yang aku anggap lebih dewasa dan mengerti permasalahan kami dengan baik. Bukan sembarangan orang yang nggak tau apa-apa.

Nggak selamanya orang lain yang salah. Kadangkala kita juga harus berkaca dan melihat ke dalam diri kita, apa yang salah dengan diri kita. Kemudian, mencoba memperbaiki segala. Mungkin terkesan lama dan bertele-tele. Tapi, hasil yang kita dapatkan tidak hanya untuk saat ini. Jangkauannya panjang. Setiap masalah yang kita hadapi, aku yakin, akan mengubah kita, walaupun itu kecil. Kalau tidak ada perubahan dalam diri kita, itu berarti kita tidak pernah belajar. Buatku, kebodohan itu bukan cuma masalah otak, tapi kalau hati kita juga bodoh itu lebih parah karena aku yakin kebodohan dalam hati kita itu akan menyakiti tidak hanya orang-orang di sekitar kita tapi juga diri kita sendiri.

Sedih rasanya masih banyak orang-orang dan terlebih untuk teman-temanku sendiri yang belum satu jalan pikiran denganku tentang pentingnya mendengarkan orang lain, mencoba belajar dari kesalahan, melepaskan segala egoistik yang membuat kita merasa lebih tinggi dan tidak mau mengalah. Mencoba meredakan emosi dan menghindari masalah yang lebih besar dengan hal ini. Mungkin kata-kataku ini akan dianggap just bullshit untuk mereka, tapi ini yang aku rasain. Ketika kita banyak bicara dan mengedepankan emosi dan egoistik, kita nggak akan mau mendengarkan apa yang dikatakan sekitar kita. Menganggap diri kita yang paling tinggi, padahal diri kitalah yang saat itu adalah orang yang paling bodoh. Dan, kita akan menjadi orang-orang yang paling ketinggalan dan rugi besar.
Yahh, harapanku berikutnya ya semoga mereka mau mulai belajar bareng sama aku sekarang ini. Menyelesaikan segala masalah nggak pake emosi, nggak pake rasa egoistik yang terlalu tinggi, dan mulai menggunakan senyuman untuk berpikir lebih dalam lagi. Yyuukk??? Hehehee...