Laman

Minggu, 08 April 2012

Pertentangan

Aku hanya ingin menjalankan apa yang menurut aku benar. Namun seringkali hal ini malah menjadi pertentangan antara aku dan orang lain. Berat rasanya sewaktu yang menentang keputusanku ini adalah orang yang paling dekat. Aku tau maksud semua yang beliau bilang itu juga demi kebaikanku, untuk menjauhkanku dari kesalahan jalan hidup yang aku pilih. Lalu, apa yang harus aku lakukan??? Ternyata yang masih aku lakukan sampai sekarang adalah menentang apa yang beliau inginkan. Merasa bersalah itu pasti.
Usahaku untuk menjelaskan segala hal yang aku inginkan ini, terus saja dibantah, sampai akhirnya keluar kata-kata, terserah kamu aja maunya gimana. Sakit. Rasanya cukup menyakitkan ketika beliau yang mengatakannya. Rasanya cukup tajam untuk menusuk hati. Mungkin saja kalau aku terlalu lemah dengan pilihanku, aku akan mundur dan mengikuti apa yang beliau katakan. Semoga Allah melihat niatan baikku saat membantah perintah beliau ini. Semoga Allah memberikan jalan yang benar bagiku untuk melakukan ini semua. Karena aku yakin ini adalah salah satu jalan yang benar yang akan aku tempuh.
Aku cukup berterima kasih pada orang-orang yang telah mendukung aku dari belakang. Juga pada orang-orang yang telah memperlihatkan jalan ini padaku. Semoga semua orang bisa melihat kebenaran pada jalan yang aku tempuh ini. Karena aku yakin ini benar. Karena aku yakin ini semua karena Allah Subbahana Wa Ta’ala. Aku yakin.

Minggu, 01 April 2012

Pantai Siung

salah satu pantai paling keren yang pernah aku datengin...
pantai karang yg susah untuk dilupain...
jgn lupa kalo ke jogja cari pantai ini ya...
walaupun gak ada sinyal, tetep mantep bgt deh ni pantai...

foto-foto dari atas tebing... keren bgt cuuyyy...




pelangi dipagi hari... dua hari berturut-turut melihat pemandangan kayak gini, subbahannallah...

dari sisi pantai juga gak kalah keren kok...



klo ini gambar waktu air lautnya surut, karang yg tadinya dibawah air keliatan deehhh...
ada ikan kecil sampai kerang yang unyu-unyu...




klo ini sisi lain pantainya...

siapa yang tertarik datannnngggggg???? hehehee

Sabtu, 17 Maret 2012

Curcol tentang Makhluk Terindah

Merasa terjebak pada keindahan manusiawi yang menyesakkan hati adalah salah satu kejadian dalam hidup yang terlalu complicated untuk diperbincangkan. Perasaan yang berbicara dalam pikiran terlalu banyak dan sulit untuk diuraikan. Entah apa yang mau aku tulis untuk memperlihatkannya. Menggambarkan setiap pikiran yang berkecamuk dalam otak menjadi begitu sulit ketika sudah ada campur tangan hati dalam hal ini. Semuanya terasa begitu buram, tak jelas kemana arahnya akan berjalan. Tak pernah bisa dipastikan sampai semuanya benar-benar menyatu.
Heran, termangu, bertanya-tanya apa yang sedang terjadi dalam diri ini. Melihat semua hal menjadi terasa tak jelas. Hanya keindahan yang ada di depan mata yang terlihat, begitu jelas. Semua terasa menghilang satu per satu, menyisakan dirinya dengan langkah tenang yang khas. Kemudian muncul pertanyaan paling hina dalam hidupku, “ akankah ia mendekat atau pergi menjauh???” dan semuanya menjadi kembali terang. Semua yang menghilang telah kembali dan menyadarkanku. Aku masih ada di dunia nyata. Dalam sekejap semuanya terasa berbeda dengan harapan.
Setelah semua itu aku alami entah apa yang terjadi. Aku kembali tertunduk dengan muram. Apa ini akan bernasib sama seperti sebelumnya? Hanya bayangan semu dengan senyuman menarik yang mampu membuat duniaku tersenyum pula. Seperti lagu dari Avriel Lavigne-smile. Aku itu bebas berjalan kemana pun, tapi ketika ia ada, semuanya berubah. Semuanya berasa memiliki arahnya sendiri. Kecuali perasaanku  pada makhluk indah yang masuk dalam hidupku.

Minggu, 26 Februari 2012

Mencoba Belajar dari Anak Kecil

                Pernah mencoba belajar dari seorang anak kecil??? Bukan belajar pelajaran sekolah semacam matematika, tapi pelajaran dari cara dia memahami sesuatu. Mungkin terlihat nggak penting waktu kamu nganterin seorang adek kecil ke tempat bermain anak-anak. Aku nggak tau nama mainannya apa, semacam petualangan kecil yang ada perosotan sampai jembatan tali gitu. Kayak outbond mini gitu. Ternyata waktu aku nungguin adek sepupuku ,yang masih empat tahun itu, banyak juga kejadian berfilosofi bagus untuk kehidupan sehari-hari kita.
                Jadi gini ceritanya...
                Kita andaikan saja permainan rintangan yang ada ditempat itu adalah rintangan hidup kita. Apa yang aku sadari disitu??? Ternyata setiap adikku ini melalui jalan yang lebih cepat alias lebih pendek, jalan itu atau jalur itu lebih beresiko. Entah dia kepeleset lahh, entah hampir jatuh juga. Tapi, dia nggak kapok-kapoknya lewat jalur itu. Berasa lebih mengasyikkan. Lebih memacu adrenalin. Dalam kehidupan kita, dengan atau tanpa kita sadari, sering terjadi saat-saat kita harus memilih salah satu dari jalan pilihan yang ada. Semakin cepat, semakin beresiko. Aku rasa kadangkala memilih jalan yang penuh resiko itu perlu untuk hidup kita. Untuk apa??? Menambah keberanian, gambling, sampai melatih perhitungan pengambilan keputusan. Yang lebih sederhananya sih menambah warna hidup yang datar-datar aja. Lagi pula hasil yang kita dapatkan kalau berhasil pasti lebih besar daripada jalan yang mudah. Coba aja sekali-kali, coba aja selugu anak kecil yang akan terus bangkit walau sering terjatuh pada jalan yang telah dia pilih.
                Hal menarik yang aku liat lainnya adalah ketika adik sepupuku ini berniat melewati  jembatan. Jembatan ini tersusun dari tali-tali dan kayu-kayu yang masih bergoyang-goyang. Adik sepupuku ini yang biasa galak, keliatan ketakutan dan ragu sewaktu akan lewat tantangan yang satu ini. Dia mencoba meletakkan satu kakinya di jembatan itu, tapi ditarik lagi waktu jembatan itu mulai bergoyang. Lucu deh liatnya... Eeiitss, jangan diketawain dulu tapinya. Sewaktu dia ragu itu, dia liat ke aku dan aku coba bilang ‘nggak papa’. Pada akhirnya dia mau mencoba melewati rintangan itu. Bukan karena dukunganku saja, tapi yang aku liat alasannya lebih karena dia melihat temannya di permainan itu bisa melewati jembatan ini.
Dua hal yang bisa aku tangkap dari kejadian jembatan ini. Pertama, ketika kita melakukan sesuatu, dukungan dari orang-orang sekitar itu sangat diperlukan. Tapi jangan lupakan satu hal, keinginan dari dalam diri kita sendiri adalah satu hal terpenting untuk melewati setiap rintangan yang ada pada kehidupan kita ini. Hal kedua adalah saat kita melihat orang yang sudah mempunyai tingkatan lebih tinggi dari kita, apa yang harus kita lakukan??? Diam saja kah??? Irikah??? Bukan, yang harus kita lakukan adalah membuat hal ini sebagai semangat, sebagai bahan untuk target kita. Mungkin saja untuk lebih dari orang ini. Karena ketika orang itu saja bisa melakukan, kenapa kita tidak...
Cerita lebih menarik lagi terjadi saat dia berhasil mendahului anak kecil lain, yang awalnya dia ikuti setiap jalurnya. Cara adik sepupuku mempelajari apa yang anak kecil lain ini jalani, telah membuat dia mampu mendahului dan beralih memimpin untuk menentukan jalur yang akan mereka lewati. Lebih jelaskah untuk penjelasan paragraf sebelumnya??? Hehehee... jadi jangan patah semangat saat orang lain ada di depan kalian, tapi teruslah bersemangat untuk mengejar dan melampaui mereka. Yakin, pasti bisa...
Satu pokok pelajaran yang aku dapatkan. Anak kecil itu berpikir lebih sederhana dari kita. Sehingga mereka lebih cepat mengatasi ketakutan mereka. Hal ini lahh yang aku rasa membuat mereka menjadi lebih cepat belajar, lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan, lebih pemberani, dan lebih bersemangat dalam menjalani hidup mereka. Jadi ketika kalian  mulai merasakan keputusasaan dalam hidup kalian, cobalah perhatikan seorang anak kecil yang sedang bermain dengan riangnya, tanpa beban. Maka pada saat itulah kalian akan merasakan keluguan mereka dan berpikiran hidup itu tidak serumit yang kita bayangkan selama ini.
 Semoga bermanfaat ya tulisan ini... heheheee...

Jumat, 24 Februari 2012

Curcol Mahasiswa untuk Rektor UGM

               Sudah jadi rahasia umum  kan kalau sering kali terjadi pertentangan antara pihak mahasiswa dengan pihak rektorat. Terutama tentang kebijakan yang dianggap merugikan pihak-pihak tertentu, apalagi dari pihak mahasiswa itu sendiri. Penyebab ini semua secara sederhananya adalah perbedaan idealisme. Namun, ternyata semuanya yang terjadi antara rektor dengan mahasiswa tidaklah sesederhana kedua kata itu, PERBEDAAN IDEALISME. Imbas yang terjadi ternyata lebih dari sekedar yang terlihat.
                Pada tulisan ini aku sama sekali tidak berminat menjatuhkan pihak manapun, hanya mencoba mengkaji hasil perbincangan dengan sesama mahasiswa. Sebagai mahasiswa, aku mengakui kadangkala ada kesalahan pengambilan kesimpulan dari kebijakan yang keluar dari rektorat dan masih ada sikap egoisme yang terlihat dari tindakan-tindakan yang diambil oleh pihak mahasiswa. Mahasiswa tidak selalu benar dan rektor tidak selalu mengerti mahasiswa. Aku rasa itu yang terjadi selama ini.
                Permasalahan paling dasar yang menjadi pertentangan adalah masalah transparansi rektorat terhadap mahasiswa ataupun masyarakat. Tranparansi apa sih emangnya? Banyak hal ternyata. Salah satunya adalah masalah keuangan. Duit lagi.. duit lagi... heran ya kalo ngomongin duit nggak akan ada abisnya. Pembongkaran BPK atas keuangan UGM jadi salah satu bukti jelas hasil dari ketidaktransparannya. Berapa banyak yang diselewengkan sampai begitu banyaknya akun rekening bank, baik atasnama institusi maupun perseorangan, merupakan bukti  begitu berantakannya keuangan UGM. Ckckckkkk... siapa sih yang megang keuangannya? Berasa banyak orang pinter yang nggak digunain ilmunya, kalo caranya gini. Mubadzir tau, punya ilmu nggak dipake... hehehee
                Transparansi keuangan ini juga dapat kita kaitkan dengan masalah beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu di UGM ini. Penerima beasiswa BPUTM dialihkan atau diajukan untuk menerima beasiswa bidik misi yang notabene adalah beasiswa yang berasal dari pemerintah. Lalu, kemana perginya dana beasiswa BPUTM??? Ada dua kejadian yang terdengar. Pertama, ada pembayaran ganda dari mahasiswa penerima beasiswa ini, dengan artian mereka menerima kedua beasiswa tersebut sekaligus. Kedua, penerima BPUTM dialihkan menjadi penerima beasiswa bidik misi yang ini meninggalkan kesan bahwa UGM berusaha untuk lepas tangan dari tanggung jawab untuk pemberian beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu. Entah mana yang benar, yang benar adalah tidak adanya tranparansi keuangan. Hehehee...
                Transparansi ternyata juga harus dilakukan dalam masalah pengambilan kebijakan yang dilakukan oleh rektorat. Untuk apa???  Tentunya untuk membuat mahasiswa mengerti  tujuan dari pengambilan kebijakan tersebut. Dengan ini pula rektorat dapat mengetahui tanggapan mahasiswa tentang kebijakan sebelum adanya aksi demo atau turun ke jalan. Bukannya lebih enak kalau diomongin baik-baik?? Jadi nggak perlu ribut-ribut dulu macam kasus pemberhentian ekstensi di sekolah vokasi.
                Apa yang sebenarnya terjadi dengan sekolah vokasi??? Pemberhentian pemberian ekstensi ternyata menyulut aksi mahasiswa yang menjadi perhatian publik. Hal ini meninggalkan kesan pihak universitas mengingkari janji yang mereka berikan ketika mahasiswa SV masuk, yaitu hak ekstensi dengan persyaratan tertentu seperti batasan nilai atau IPK. Penyelesaian masalah yang pada awalnya terkesan tidak digubris oleh pihak rektorat, telah membuat mahasiswa melakukan aksi pengepungan rektorat. Sampai ada tenda-tendanya segala lho... bener-bener pendudukan rektorat. Masalah ini sempat berlarut-larut dan rektorat meminta waktu untuk mengkaji masalah ini lagi. Namun, sampai sekarang belum ada kelanjutan dari masalah ini. Entah pihak mahasiswa SV tidak memberi kabar kepada kami atau keputusan pihak rektorat memang tidak dipublikasikan untuk umum, dengan artinya hanya untuk kedua belah pihak saja. Seharusnya transparansi rektorat, yang sayangnya belum terlaksana, dalam pengambilan kebijakan ini bisa mengurangi dampak ketidakpuasan mahasiswa. Nggak perlu sampai ada aksi kayak kemaren itu lagi lahh kalo perlu... Apalagi masih banyak jalan keluar tanpa harus menghapuskan ekstensi yang telah dijanjikan pihak universitas saat mahasiswa SV ini masuk menjadi bagian UGM. Terkesan penghilangan hak ya...
                Contoh lain lagi adalah masalah KIK. Mungkin tujuan yang dimaksudkan oleh rektorat itu baik, tapi tidak adanya pemahaman dalam mengelola mahasiswa terutama gerakan mahasiswa telah membuat komunikasi yang ada antara mahasiswa dan rektorat menjadi memanas. Santai ngapa??? Hhuuhh... Penggunaan KIK ini ternyata dianggap telah mempersulit akses beberapa kendaraan untuk melintasi wilayah UGM. Ditambah lagi penarikan uang untuk kendaraan tanpa KIK ketika meninggalkan wilayah UGM. Kemana larinya dana yang terkumpul itu?? Ke kantong si penjaga atau ke kantong UGM yang telah terbukti carut-marut itu??? Ckckckkk...
                Pengejaran Status World Class Research University (WCRU) juga menghadapi tanggapan miris mahasiswa. Ada dosen yang malah dengan asyiknya melakukan riset dan proyek miliknya demi terwujudnya status ini, tapi sering meninggal kelas yang berarti meninggalkan kewajiban utama untuk berbagi ilmu dengan kami, mahasiswa UGM. Belum lagi kampus educopolish yang mulai tercipta di lingkungan UGM ini. “Wuuiihh ngapain nih ada mall di tengah-tengah kampus???” lelucon yang benar-benar terjadi saat melihat gedung salah satu fakultas di UGM... hahahaa
                Dengan melihat banyaknya kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan pada masa kepemimpinan rektor Prof.Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D.  Seharusnya kita menjadi lebih paham betapa pentingnya pemilihan rektor yang sedang kita hadapi saat ini. Pemilihan dan pengangkatan Pak Sudjarwadi yang dipertanyakan pada masa-masa awal kepemimpinannya, telah ditutup dengan kejadian terbongkarnya dosa-dosa pengambil kebijakan ini. Semua imbas kesalahan pengambilan jalan kebijakannya sudah kita rasakan sendiri sebagai mahasiswa UGM.
                Sebelum semuanya terlanjur terulang kembali, ayo kita kawal pemilihan rektor saat ini. Agar menjadi pemilihan yang bersih dan tanpa kepentingan pribadi maupun kepentingan golongan, tapi kepentingan kita bersama sebagai keluarga besar Universitas Gajah Mada.
Hidup Mahasiswa Indonesia !!!!

Rabu, 28 Desember 2011

CurCol

Ketika satu kata yang rancu untuk diungkapkan menjadi sebuah pembicaraan seru diantara para sahabat, tak ada lagi pengertian yang sempurna bagi kata istimewa ini. Entah apa arti sesungguhnya. Bukan bermaksud menjadi seorang yang tak peduli, tapi jujur saja pengalamanku tentang satu hal itu hanya sebatas angan dan cerita. Mungkin cuma teori yang aku dapatkan dari cerita-cerita fiksi ataupun kisah nyata dari teman-teman yang rela membagikan kisahnya pada orang sepertiku. Bahkan syair lagu pun jadi guru yang dengan setianya menemani setiap hari-hariku.  Masalah prakteknya di kehidupanku, semuanya nol besar. Tak pernah.
Tanpa bermaksud meremehkan mereka yang menjalani kehidupan, yang tak pernah aku jalani. Pertanyaan demi pertanyaan konyol sering kali berseliweran dalam benakku. Mencoba mencari artian sebenar-benarnya, tapi tak pernah terjawab dengan pasti. Hanya jawaban semu yang menggantung. Apa karena itu bukan pengalamanku sendiri? Entahlah, yang pasti cerita tentang tangisan, tawa, putus asa, kesal, sampai yang namanya mengamuk pun sudah pernah aku dengarkan. Tapi kalau ditanya tentang tanggapanku, ya, biasa aja. Mungkin ya karena itu tadi, aku belum pernah merasakan semua itu.
Mau tau apa pertanyaan pertama yang terpikirkan dalam benakku saat ini? Pertanyaan itu mungkin seperti ini, “ kapan ya aku bakal ngerasain kayak gitu?”. Ahahaha. Mungkin baru tawa aja yang bakal menjawab pertanyaanku saat ini. Tapi kemudian aku berpikir, kalau aku ada di posisi mereka memangnya aku sanggup. Jujur aja, mungkin karena merasa belum sanggup itulah aku tak berani melangkahkan kaki pada jalan yang telah mereka pilih dan jalani dengan semua resiko yang ada di hadapan mereka. Salut banget buat mereka yang udah memberanikan diri untuk menjalani hubungan yang katanya berdasarkan rasa yang satu itu.
Pertanyaan kedua yang selalu menggantung, tak pernah terjawab dengan pasti adalah ‘kenapa putus?’ ‘Kenapa balik lagi?’ Kalau sudah pada tahap ini, aku bertanya lagi ‘kenapa dulu jadian?’ Pernah denger nggak alasan putus gara-gara udah nggak cocok. Padahal kalau baru jadian atau paling nggak masa PDKT, mereka selalu bilang, “ Ih, kita tu cocok banget.” Terus kok bisa langsung berkebalikan 180°? Heran kan? Aku juga. Apalagi kalau ada orang yang lagi cerita kalau mereka lagi cari pasangan yang begini, begini, dan begini. Pokoknya agak dipertanyakanlah, ‘emang ada orang kayak gitu?’. Terus dengan entengnya mereka jawab, ‘mantanku dulu juga gitu’. GGUUBBRRAKK!!! Terus kenapa nggak sama mantannya aja sampai sekarang, kenapa cari lagi. Kalau alasannya nggak cocok, kenapa carinya yang kayak gitu lagi. Keanehan pun kembali menghinggapi pikiran. Hehehee
Kalau ngomong masalah mantan, jadi inget temenku yang masih penasaran sama mantannya pacarnya yang sekarang. Cari tahu sana-sini soal saingan yang berasal dari masa lalu pacarnya. Kalau dipikir-pikir lucu juga kan. Ngapain coba takut sama saingan yang jelas-jelas udah ditinggalin sama orang yang sekarang lebih milih dia sebagai pasangannya yang sekarang. Menurut aku, itu sudah menjadi salah satu bukti bahwa dia temenku itu lebih baik daripada si mantan. Setelah aku ngomong pendapatku ini ke temenku itu, kayaknya dia udah lumayan lega kok. Tapi, nggak tahu juga dalemnya. Hehehe
Terus, aku mau tanya tentang satu kata ini yang belakang dikasih embel-embel kata “sejati”. Bener-bener nggak pernah nemu artian pastinya. Yang pasti kalau ditanya soal hal yang satu itu, aku selalu keinget waktu aku liat ada sepasang kakek nenek lagi jalan bareng, gandengan tangan pula. Entah emang udah nggak ada sanak saudara atau emang mau jalan-jalan berdua mengingat masa muda, yang pasti menurut aku itu so sweet banget. (jadi inget kakek n nenekku).
Buat aku terserah sih orang mau mengartikan apa tentang kata yang satu ini. Hidup ini kan pilihan. Semua berhak menentukan jalannya masing-masing, yang penting jangan sampai merugikan pihak lain ya. Jangan sampai menyakiti orang lain dengan menggunakan rasa yang satu ini. Sebab, pada hakekatnya rasa ini begitu indahnya sampai sering membuat seseorang itu tertawa sendirian tanpa ada lawakan lucu (colek seorang temenku ahh yang lagi kasmaran) atau bahkan tertawa bersama-sama. Oh iya, jangan sampai lupa dengan sesama dan yang paling penting jangan sampai meninggalkan kecintaan kita pada Allah SWT.

Puisi

Ketakutanku pada pikiran-pikiran yang semakin memberontak
Menyesakkan dada yang semakin berdebar membara
Merasakan keruntuhan pertahanan hati yang semakin memudar
Penyiksaan perlahan terasa begitu perih dengan setiap goresan manis
Berteriak pada setiap kehampaan yang mulai terisi
Terbawa pada angan yang tak mampu tergapai
Bahkan sang mimpi tak berani berkata apa pun
Hanya diam membisu seribu bahasa
Tak mampu membantu diri yang tersungkur
Sang waktu, si penjawab pun tak kunjung memberi penjelasan
Semuanya ragu
Semuanya bingung
Semuanya gundah
Lalu haruskah berhenti sampai disini saja???
Berhenti pada jejak-jejak reruntuhan
Berhenti pada hati yang belum terisi sepenuhnya
Tak pernah terjawab
Sampai pada akhirnya hati ini terasa kembali hampa